NADIKABAR.COM β€” Bank Indonesia (BI) menyampaikan pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak tetap tinggi di atas 100 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal.

β€œTekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya,