NADIKABAR.COM β€” Bank Indonesia (BI) memandang bahwa prospek perekonomian global belum kuat, disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi.

Tensi perang di Timur Tengah yang kembali meningkat semakin mendorong tingginya harga minyak yang sempat menyentuh 132 dolar AS per barel, sebelum kemudian kembali turun ke level di bawah 100 dolar AS per barel pada 22 September 2026. Harga berbagai komoditas dunia turut mengalami kenaikan.

β€œPertumbuhan ekonomi global 2026 diprakirakan masih lemah sekitar 3 persen dan diikuti tekanan inflasi yang meningkat menjadi sekitar 4 persen,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu.