NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tantangan penguatan dolar AS.
Dari segi moneter, Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan penguatan kebijakan moneter akan terus dilakukan secara konsisten melalui sejumlah pilar kebijakan.
Salah satu langkah yang diperkuat adalah pengawasan lalu lintas devisa. BI juga akan memperkuat kecukupan likuiditas melalui operasi moneter untuk surat berharga non-SBN.
“Kami akan memperkuat pengawasan lalu lintas devisa, kemudian juga kami akan terus memperkuat kecukupan likuditas melalui repo operasi moneter untuk non-SBN,” kata Destry dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Destry mengatakan bank sentral telah mulai membuka fasilitas repo untuk surat berharga non-SBN, yang saat ini telah diterapkan pada surat berharga PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
Selanjutnya, mulai Oktober 2026, fasilitas itu akan diperluas untuk obligasi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).