Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 24,4 persen (yoy), setelah mengalami kontraksi sebesar 7,0 persen (yoy) pada Agustus 2026.
Aktiva luar negeri bersih pada September 2026 tumbuh sebesar 1,0 persen (yoy), setelah mengalami kontraksi pada Agustus 2026 sebesar 6,6 persen (yoy).
Demikian pula, penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,7 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,3 persen (yoy).
Dalam hal ini, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker's acceptances), dan tagihan repo.