NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh Eropa menghambat upaya untuk menyelesaikan konflik di Ukraina. Dia mengatakan Eropa secara aktif berupaya menghambat perundingan yang didukung pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
"Eropa melakukan segala yang bisa dilakukan untuk menggagalkan perundingan damai yang diinginkan pemerintahan Trump," kata Lavrov dalam pidatonya yang berapi-api di Majelis Umum PBB, seperti dilansir AFP, Sabtu (26/9/2026).
"Tujuan operasi militer khusus akan tercapai, ancaman terhadap keamanan Rusia akan dihilangkan dan kehidupan damai akan kembali. Ini akan terjadi apa pun keadaannya," tambahnya, menggunakan istilah Moskow untuk menyebut konflik tersebut.
Serangan Rusia dan Ukraina menewaskan sedikitnya 16 orang dalam 24 jam terakhir, kata kedua negara pada Sabtu.
Kyiv mengatakan serangan Rusia menewaskan sedikitnya enam orang, yakni di Sumy, Ukraina timur laut, Zaporizhzhia, dan wilayah Dnipropetrovsk. Seorang perempuan berusia 17 tahun termasuk di antara para korban.
Rusia mengatakan serangan Ukraina menewaskan empat orang di wilayah Krasnodar dan Belgorod. Sementara itu, pejabat yang dipasang Kremlin di wilayah Ukraina selatan yang diduduki Rusia mengatakan enam orang lainnya tewas dalam 24 jam terakhir.
Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan meningkatnya jumlah korban sipil dalam perang tersebut.
Awal pekan ini dalam Sidang Umum PBB, Trump kembali mengatakan kesepakatan antara Moskow dan Kyiv untuk mengakhiri perang "akan terjadi".