NADIKABAR.COM — Seorang wanita berinisial MR (27) di Sampang dikeroyok dan kemaluannya dilumuri bubuk cabai gegara dituduh pelakor oleh bidan dan keluarganya. Meski demikian, sang bidan tak melaporkan korban atau pelakor pasal perzinahan.

Kasi Humas polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyatakan tidak ada laporan soa tuduhan perzinahan dari pelaku pengeroyokan. Saat ini penyidik fokus pada penanganan laporan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban.

"Belum ada yang lapor soal perzinaan (dari terlapor). Mungkin tidak ada bukti dan saksi terkait perzinaan," Kata Eko kepada NadiKabar, Jumat (21/8/2026).

Eko menambahkan, pelaku pengeroyokan juga belum memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan. Dalam kasus itu baru korban (pelapor ) yang telah dimintai keterangan.

"Sebab penyidik masih dalam proses memanggil terlapor. Yang sudah diambil keteranganya masih pelapor," ujar Eko

Laporan penganiayaan yang dilaporkan korban juga kini telah naik ke penyidikan. Saat ini penyidik masih melengkapi keterangan saksi korban maupun terduga pelaku.

"Sudah naik Sidik, masih melengkapi keterangan saksi (belum tetapkan tersangka)," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Sampang, Ipda Poundra Kinan.

Sebelumnya, video berdurasi 7 menit 7 detik yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan tersebut viral di media sosial dan dilihat NadiKabar pada Rabu (12/8/2026). Dalam rekaman itu, korban terlihat terkapar di lantai, sementara seorang perempuan menjambak rambutnya dan perempuan lain memegangi tangan korban.

Korban yang dituding sebagai pelakor terdengar meminta agar pengeroyokan dihentikan dan mengaku meminta maaf.

"Ambueh ongkok la mi saporanah jek bengkangih engkok mi (Mau berhenti saya Bu. Minta maaf saya Bu)," salah satu kalimat yang diucapkan perempuan dituding pelakor itu, dilihat NadiKabar, Rabu (12/8/2026).

Perempuan lain dalam video tersebut kemudian menyinggung status suami dan anak yang dimiliki pria yang diduga menjalin hubungan dengan korban.

"Je'la taoh Andik bineh, Andi anak makgik eterrossagih, lakar la pelakor (Sudah tahu kalau sudah punya istri, punya anak kok ya diteruskan, memang pelakor)," sahut salah satu perempuan yang turut menjadikannya bulan-bulanan.