Dengan demikian, kepala desa dapat memahami kondisi wilayahnya secara lebih komprehensif dan merumuskan program berdasarkan kebutuhan masyarakat.
"Pak RT yang hebat tadi, itu jago membaca data-datanya, Pak. Dia petakan tingkat ekonomi warga, kemampuan seperti apa. Dia petakan kebutuhannya apa, akhirnya dibuat programnya," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri Bernhard E. Rondonuwu menyampaikan bahwa program KDMK dirancang sebagai wahana pembelajaran bagi para kepala desa untuk memperoleh perspektif baru mengenai tata kelola pemerintahan desa.
Materi pembelajaran tersebut mencakup transformasi digital, kepemimpinan publik, inovasi pelayanan, penggalian potensi desa, penguatan ekonomi desa, serta berbagai isu pembangunan berbasis data.
"Melalui program ini, kepala desa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan kesempatan membangun jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi, praktisi, dan sesama kepala desa dari berbagai daerah," pungkas Bernhard.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Rektor Unsri Taufiq Marwa, para wakil rektor dan dekan Unsri, serta 255 kepala desa terpilih dari Provinsi Sumatera Selatan.