Ia mengingatkan agar Pemda tidak sekadar mengikuti tren atau menerapkan program yang berhasil di daerah lain tanpa menyesuaikannya dengan kondisi setempat. Strategi pengembangan ekonomi perlu bertumpu pada potensi dan kebutuhan masing-masing daerah agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal.

Bima mencontohkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), yang mengembangkan komoditas porang melalui pendekatan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, hilirisasi penting agar potensi daerah tidak berhenti pada produksi, tetapi juga menghasilkan nilai tambah dan memperluas akses pasar.

Untuk mendukung pengembangan sektor unggulan, Bima mendorong kepala daerah membangun kolaborasi dengan akademisi, pelaku usaha, perbankan, dan komunitas. Sinergi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi peluang ekonomi serta merumuskan strategi yang sesuai dengan potensi wilayah.