NADIKABAR.COM — Drummer dan juga sekaligus pentolan grup band Slank, Bimbim menyebut Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ada perubahan besar dan salah satunya terlihat dari semakin banyak hotel yang menandakan daerah itu berkembang pesat.

Grup band legendaris Slank akan kembali menyapa para penggemarnya di Banyuwangi melalui rangkaian "Berani Kita Beda Tour" (Tour ke-10 Hey Slank) di Pantai Marina Boom, pada Minggu (1/11) malam.

"Banyuwangi sudah berubah banget ya, dulu cuma ada satu, sekarang di mana-mana ada hotel bagus-bagus," kata Bimbim dalam konferensi pers di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu.

Ia menyampaikan, Slank sudah beberapa kali menggelar konser di Banyuwangi sejak pertama kali berkunjung pada 1992.

Dalam kesempatan itu Bimbim mengungkapkan sejumlah kenangan dengan Banyuwangi, salah satu kenangan paling berkesan adalah proses penciptaan lagu "Kirim Aku Bunga". Lagu yang dirilis pada 1993 tersebut lahir ketika Slank berada di Banyuwangi pada 1992.

"Dulu, pada 1992 ada memori yang tidak bisa dilupakan banget, kami bikin lagu 'Kirim Aku Bunga' itu di Banyuwangi," kata Bimbim.

Selain tentang lagu "Kirim Aku Bunga", Bimbim mengaku memiliki kenangan dengan kuliner Banyuwangi, salah satunya Nasi Tempong, makanan khas daerah yang dikenal dengan sambalnya yang pedas.

"Iya dulu (mencicipi Sego Tempong) bersama Bunda, sedih sih, tapi ya kalau saya ingat Banyuwangi tuh ingatnya nasi tempong, sambelnya bikin nagih," kata Bimbim.

Para personel Slank juga diajak melihat sejumlah bagian Pendopo Kabupaten Banyuwangi, sebelum konser, termasuk melihat penginapan berbentuk bunker yang biasa digunakan untuk menerima tamu kehormatan.

Rombongan juga mengunjungi Sumur Sritanjung yang berkaitan dengan legenda asal-usul Banyuwangi. Selain itu, mereka melihat rumah tradisional Suku Osing.