NADIKABAR.COM β Isu krisis iklim dan gejolak ekonomi global mendominasi peristiwa sepekan. Kebakaran hutan, anjloknya pasar saham, hingga kerusuhan di Prancis jadi perhatian.
Jakarta - Isu krisis iklim dan gejolak ekonomi global mendominasi peristiwa sepekan. Kebakaran hutan, anjloknya pasar saham, hingga kerusuhan di Prancis jadi perhatian.
Titik panas dan kebakaran hutan serta lahan di Indonesia masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi prioritas seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi, Aceh, hingga Papua. Kondisi paling parah melanda Sumatera Selatan, tempat upaya pemadaman darat dan udara terus dilakukan guna menanggulangi ratusan hektare area gambut yang membara. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Guna menanggulangi meluasnya kebakaran tersebut, BNPB bersama BMKG mengerahkan armada helikopter water bombing serta menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Penyemaian es kering dan garam NaCl terus dioptimalkan untuk memicu hujan buatan di wilayah terdampak. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Maraknya karhutla musim ini juga merembet ke kawasan pegunungan, salah satunya di Gunung Sumbing, Jawa Tengah, yang terbakar hingga 140 hektare sepanjang pertengahan hingga pekan ketiga Oktober 2026. Kebakaran di Kecamatan Kalikajar dan Kajoran ini memicu penutupan seluruh jalur pendakian, meski 160 pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Kondisi serupa terjadi di Gunung Lawu akibat paparan kemarau ekstrem dan angin kencang yang dengan cepat membakar vegetasi savana serta semak kering. Pengelola kawasan Perhutani pun mengambil langkah tegas dengan menutup total seluruh akses rute pendakian demi keselamatan. ANTARA FOTO/Maulana Surya
Ancaman kebakaran juga meluas ke kawasan pegunungan Arjuno-Welirang di Jawa Timur akibat kombinasi cuaca kering dan material vegetasi yang mudah tersulut. Guna mengantisipasi risiko akibat pergerakan titik api yang cepat, Tahura Raden Soerjo memberlakukan penutupan sementara untuk seluruh aktivitas pendakian. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Dampak karhutla ini turut memperburuk kualitas udara hingga masuk kategori Berbahaya di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangka Raya, Murung Raya, dan Gunung Mas mencatatkan angka 1.700 hingga 4.000+ PM10, sementara Palembang, PALI, dan Prabumulih menembus 900 hingga 1.300+. REUTERS/Arief Rahman Septian Prathama
Pekatnya kabut asap tersebut membatasi jarak pandang, mengganggu penerbangan, serta memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut. Pemerintah daerah pun mengimbau warga mengenakan masker N95 dan mengalihkan kegiatan sekolah menjadi sistem pembelajaran daring. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Merespons krisis lingkungan tersebut, enam aktivis Greenpeace memanjat pilar Patung Selamat Datang di Tugu Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi yang bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka ini ditandai dengan pembentangan dua spanduk raksasa berisi kritik atas penanganan bencana. Dok. Greenpeace/Odi Putera
Para aktivis menuntut komitmen tegas pemerintah terhadap krisis iklim dan ekologis seperti karhutla yang dinilai memperburuk kualitas serta biaya hidup masyarakat. Usai menyampaikan aspirasinya, seluruh aktivis dievakuasi oleh petugas kepolisian secara persuasif untuk pemeriksaan kesehatan. Dok. Greenpeace/Odi Putera
Di tengah gejolak isu lingkungan, sektor perekonomian nasional juga tertekan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8 persen dan memicu trading halt pada pertengahan Oktober 2026. Pelemahan akibat aksi lepas saham investor asing ini diperparah oleh peringatan MSCI terkait transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar modal Indonesia. Gilang Faturahman/detikFoto
Menanggapi tekanan pasar saham tersebut, BEI dan OJK memangkas batas Auto Rejection Bawah (ARB) dari 15 persen menjadi 7 persen untuk saham di atas Rp10. Kebijakan yang berlaku mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026 ini diterapkan guna meredam aksi jual panik serta melindungi investor retail. Gilang Faturahman/detikFoto
Sementara itu dari mancanegara, krisis ekonomi memicu gelombang protes dan mogok kerja massal di sejumlah kota besar Prancis seperti Paris, Lyon, dan Marseille. Aksi menolak lonjakan inflasi dan pemotongan anggaran kesejahteraan ini bereskalasi menjadi kerusuhan saat massa menembus barikade di kawasan elit Champs-ΓlysΓ©es. Dok. DW
Eskalasi ketegangan di Prancis tersebut berlanjut pada aksi perusakan dan penjarahan di sejumlah butik barang mewah pusat kota. Kepolisian Prancis akhirnya mengerahkan ribuan personel, melepaskan gas air mata, serta menahan ratusan demonstran guna mengendalikan situasi. Dok. BBC World