Ia meyakini bahwa orang-orang yang memiliki platform besar punya kapasitas menciptakan perubahan nyata.
"Dan bagi saya, ini sangat spesifik untuk Palestina. Mengetahui hal itu, saya benar-benar tidak melihat ada pilihan lain," tegas lawan main Jean Smart tersebut.
Perjalanan aktivisme Einbinder rupanya bermula usai insiden 7 Oktober 2023. Ia menceritakan proses panjangnya dalam 'belajar ulang' dan membersihkan diri dari narasi pro-Israel yang selama ini ia terima.
Langkah itu dimulai ketika ia ikut menghadiri aksi nyala lilin kelompok IfNotNow bersama teman-temannya yang lebih dulu bersikap anti-Zionis.
"Saya menemukan komunitas Yahudi yang luar biasa ini serta ruang bagi saya untuk melakukan perjalanan menghapus propaganda yang selama ini dicekokkan kepada kita secara sistematis," tuturnya kepada jurnalis The New Yorker, Rachel Syme.
Setelah menyadari kebenaran di balik konflik tersebut, ia merasa harus menebus waktu yang terbuang karena selama ini tak sadar telah menjadi bagian dari sistem yang menindas. "Saya merasa harus mengubah pikiran saya, harus belajar dan bertumbuh, dan itulah yang coba saya lakukan."
Di atas panggung itu, Einbinder juga memberikan penghormatan khusus kepada Anas al-Sharif, jurnalis Al Jazeera yang tewas akibat serangan udara Israel pada Agustus 2025.
Ia memuji jurnalis tersebut dan suara-suara baru dari Palestina yang terus membongkar kejahatan perang di lapangan.