"Aparat keamanan sejak awal telah melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pihak-pihak yang berada di lokasi untuk meminta agar bendera yang dikibarkan pada tiang di lingkungan kampus tersebut segera diturunkan secara tertib dan tidak menimbulkan gangguan keamanan," jelasnya.

Namun saat proses penurunan bendera, aparat keamanan justru mendapatkan perlawanan. Petugas dilempari berupa batu oleh massa yang berada di lokasi.

"Menghadapi situasi tersebut, aparat kemudian mengambil langkah pengendalian massa secara terukur dengan menggunakan gas air mata dan water cannon untuk mencegah situasi berkembang menjadi lebih luas," katanya.