Untuk itu, Bio Farma mendorong pendekatan yang terdiri atas penguatan sistem kesehatan, penguatan regulator, penguatan pengadaan, penguatan manufaktur, serta pembiayaan.

β€œPendekatan ini menempatkan keberlanjutan permintaan sebagai salah satu faktor penting agar fasilitas produksi dapat terus beroperasi dan berkembang,” katanya.

Bio Farma juga mendorong pembangunan rantai nilai secara bertahap, mulai dari pengemasan, pengisian, formulasi, produksi bahan aktif, hingga penguasaan seed atau bahan awal vaksin.

Menurut dia, setiap negara dapat memulai dari tahapan sesuai kesiapan dan kapasitas sebelum berkembang menuju produksi dengan tingkat kompleksitas dan kemandirian yang lebih tinggi.