Shadiq mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam memperkuat kemampuan negara berkembang membangun kapasitas produksi vaksin yang lebih mandiri dan berkelanjutan, khususnya di kawasan Afrika Barat.

Melalui program tersebut, Bio Farma tidak hanya berperan sebagai pemasok vaksin, tetapi juga sebagai mitra teknologi dan pengembangan kapasitas manufaktur lokal.

Shadiq menyebut ALS akan mengembangkan kapabilitas lokal untuk proses fill-finish, pengendalian mutu atau Quality Control (QC), pengemasan, registrasi hingga manufaktur komersial vaksin di Ghana.