NADIKABAR.COM — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkap kondisi BPBD Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak memiliki stok logistik saat gempa bumi Flores terjadi. Kondisi itu dinilai membuat pemerintah daerah kesulitan memberikan bantuan pada awal bencana gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) lalu.

Hal tersebut disampaikan Suharyanto di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran kementerian, TNI, Polri, Gubernur NTT, dan para bupati.

"Dalam kesempatan ini kami izin saran satu hal Bapak Presiden, yang pertama ketika terjadi bencana, daerah ini tidak bisa berbuat, Pak Presiden," kata Suharyanto.

Menurut Suharyanto, BPBD NTT tidak memiliki stok cadangan logistik pada momentum awal bencana. Akibatnya, bantuan awal tidak bisa langsung disalurkan kepada masyarakat terdampak.

"Karena memang gudang-gudang logistik BPBD itu kosong. Untung Bapak Presiden memberi bantuan Rp 20 miliar sehingga itu sangat membantu pemerintah daerah," jelasnya.