NADIKABAR.COM — Seorang mantan siswi di Jombang akhirnya berani melaporkan dugaan kekerasan seksual yang disebut dialaminya saat masih berusia 16 tahun. Terduga pelaku merupakan oknum guru berinisial SMD (60) yang disebut telah dikenalnya sejak duduk di bangku sekolah.

Kasus tersebut baru dilaporkan beberapa tahun setelah dugaan kejadian berlangsung. Korban kini telah berusia 19 tahun dan bekerja di sebuah kedai di wilayah Kertosono, Nganjuk.

Pengacara korban, Wahju Prijo Djatmiko mengatakan, dugaan kekerasan seksual itu bermula pada sekitar September 2023. Saat itu korban masih duduk di kelas 10 SMA dan terduga pelaku merupakan mantan wali kelasnya ketika korban masih berada di jenjang SMP.

Sekolah tempat korban menempuh pendidikan SMP dan SMA diketahui berada dalam satu kompleks di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Hubungan korban dan keluarganya dengan SMD juga disebut cukup dekat karena SMD tidak hanya dikenal sebagai guru, tetapi juga kerap memberikan ceramah agama dan air yang telah didoakan kepada keluarga korban.

"Dia (SMD) kan memang suka ceramah agama. Suka memberikan air doa ke keluarga korban. Berarti ada hubungan kaya guru spiritual gitu," terang Wahju kepada NadiKabar, Senin (7/9/2026).

Kedekatan tersebut membuat korban dan keluarganya menaruh rasa hormat kepada SMD. Menurut Wahju, kondisi itu kemudian diduga dimanfaatkan oleh SMD untuk melakukan perbuatan seksual terhadap korban.

Wahju menuturkan dugaan peristiwa pertama terjadi ketika SMD meminta korban datang ke rumahnya pada sekitar September 2023. Saat itu korban datang bersama dua temannya dan tidak menaruh curiga.

Sesampainya di rumah, SMD disebut meminta kedua teman korban keluar untuk membeli makanan. Setelah kedua temannya pergi, SMD diduga membawa korban ke kamar dan melakukan kekerasan seksual.

Menurut Wahju, setelah kejadian tersebut korban terkadang diberi uang dan makanan. Pemberian itu disebut terjadi ketika korban datang bersama teman-temannya.