"Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya," ujar Vikram dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

"Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata. Kami juga terus membangun kapabilitas untuk menjawab tingginya kebutuhan akan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun di kancah global. Pada akhirnya, tujuan kami tetap sama, yaitu memberdayakan Indonesia. Kami ingin memastikan teknologi semakin mudah diakses, sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan maupun perekonomian secara luas," sambungnya.

Dengan modal arus kas yang kuat, Indosat mampu mengeksekusi strategi bisnis AI. Tak hanya itu, bisnis AI berbasis cloudnya telah berkontribusi pada neraca perusahaan. Indosat melaporkan pendapatan dari Indosat AI Cloud tercatat mencapai USD50 juta pada sembilan bulan pertama di 2026, melampaui pendapatan sebesar USD28 juta yang dibukukan sepanjang 2025.

Pendapatan ini diperkirakan akan mencapai USD100 juta pada akhir 2026, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI dan layanan cloud. Momentum ini menunjukkan bagaimana investasi teknologi Indosat telah menjadi sumber pendapatan baru, sekaligus menciptakan mesin pertumbuhan berbeda di samping bisnis inti telekomunikasinya.

Ambisi Indosat bukan sekadar menghadirkan produk AI maupun aset infrastruktur secara terpisah. Perusahaan tengah membangun ekosistem AI full-stack terintegrasi yang memadukan konektivitas, infrastruktur fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi enterprise. Langkah ini bertujuan untuk menjawab peningkatan permintaan terhadap AI, baik di dalam maupun pasar global.