Diwartakan sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebutkan realisasi investasi per September 2026 mencapai sebesar Rp1.539,2 triliun dengan menyerap 2,19 juta tenaga kerja baru.
Investasi yang mengalir khusus ke sektor hilirisasi pada periode Januari hingga September 2026 telah mencatatkan nilai yang signifikan sebesar Rp480 triliun.
Sektor mineral tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp335,1 triliun yang mencakup komoditas nikel, bauksit, besi baja, tembaga, hingga pasir silika.
"Kedua, perkebunan dan kehutanan Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, dan perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun. Tetapi, memang khusus untuk realisasi luar Jawa investasinya itu mencapai 78 persen dari total investasi (hilirisasi)," kata Rosan.