NADIKABAR.COM — Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (Kaltim) menyelamatkan sebanyak 39 individu satwa liar terdampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), selama periode Agustus-September 2026.

"Upaya penanganan terpadu ini dijalankan secara intensif oleh tim BKSDA Kaltim bersama mitra konservasi melalui tiga puluh laporan kegiatan," kata Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto di Samarinda, Selasa.

Ari menjelaskan operasi penyelamatan puluhan satwa terlindungi tersebut dilaksanakan sepanjang periode Agustus hingga September 2026, dengan sebaran lokasi penanganan satwa liar mencakup tujuh daerah yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Berau, Bontang, dan Paser.

"Rincian satwa teridentifikasi meliputi sembilan belas individu orangutan Kalimantan, enam trenggiling, lima kukang, tiga lutung kelabu, serta dua elang," katanya.

Selain itu tim medis mengevakuasi satu individu beruang madu, bekantan, tarsius, serta lutung merah yang terdampak ancaman kerusakan vegetasi habitat.