"Rumput mah teu bisa dipaksa tumbuh. Memang sudah kuduna salapan bulan, salapan bulan. Apalagi jelas kemarin Bandung kan tiga bulan kemarau, nggak ada hujan. Jadi tumbuhnya pasti lebih lama," ucapnya.
Meski begitu, ia memastikan pihak Persib bersama vendor terus melakukan upaya terbaik untuk memperbaiki kondisi lapangan. Adhitia bahkan mengaku ikut memantau langsung kondisi stadion menjelang pertandingan.
"Doain lah. Pokoknya kita lagi ngelakuin yang terbaik. Kita yang ngerjain tahu kendalanya apa, prosesnya gimana," tuturnya.
"Waktu malam aja sebelum pertandingan saya di stadion sampai setengah satu, ngelihatin semua. Cuma kan kadang nggak semuanya bisa diceritain ke publik. Ya sabar aja. Insyaallah nanti di Oktober sudah bagus," tambahnya.
Terkait kemungkinan kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Adhitia menyebut kedua stadion memang telah didaftarkan sebagai opsi kandang Persib. Namun, apabila GBLA sudah kembali siap, Persib dipastikan akan tetap bermain di Bandung.
"Kita memang harus daftar dua stadion. Dua-duanya sudah didaftarin, Jalak sama GBLA. Jadi memang harus ada dua-duanya. Tapi kalau GBLA selesai, kita sudah nggak akan ke sana," jelasnya.
Untuk agenda kompetisi Asia, Adhitia juga memastikan GBLA tetap menjadi pilihan kandang Persib. "ACL sudah pasti di GBLA," tegasnya.