“Terima kasih kepada PNM yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan yang sangat bermanfaat bagi usaha saya. Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, saya bisa memasarkan produk melalui media sosial sehingga produk saya semakin dikenal luas,” kata Tri.
Perubahan yang dialami Tri menggambarkan bahwa penguatan usaha ultra mikro tidak berhenti ketika modal diterima. Ada pengetahuan yang perlu dibangun, keberanian untuk mencoba cara baru, dan kesempatan untuk memperluas pasar.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, PNM berupaya membuka akses sekaligus menciptakan kesempatan agar masyarakat prasejahtera dapat mengembangkan potensi yang telah mereka miliki. Menurutnya, pembiayaan menjadi pintu masuk, sementara pemberdayaan membantu nasabah memiliki kemampuan untuk terus bertumbuh.
“Membuka akses bukan hanya tentang memberikan pembiayaan. Kami ingin membuka kesempatan agar setiap nasabah dapat belajar, mengembangkan usaha, dan semakin percaya diri dengan potensi yang dimilikinya. Karena itu, pembiayaan dan pemberdayaan kami hadirkan secara berdampingan, agar usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan, tetapi memiliki ruang untuk terus tumbuh,” ujar Kindaris.