NADIKABAR.COM β Kelompok Kontak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk Jammu dan Kashmir bertemu pada Selasa (22/9) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, menegaskan kembali dukungannya terhadap hak rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri.
Para menteri luar negeri dan pejabat senior dari negara-negara anggota kelompok kontak tersebut -- Azerbaijan, Pakistan, Turkiye, Arab Saudi, dan Niger -- menghadiri pertemuan itu, menurut pernyataan OKI.
Sekretaris Jenderal OKI Ismail Ould Cheikch Ahmed menegaskan kembali komitmen untuk mendukung hak rakyat Kashmir yang βtidak dapat diganggu gugatβ untuk menentukan nasib sendiri, sebagai landasan bagi perdamaian yang βadil dan abadiβ di Asia Selatan, sesuai dengan resolusi DK PBB dan prinsip hukum internasional.
Dalam sebuah pernyataan bersama, kelompok tersebut menyatakan keprihatinan "serius" atas "penahanan berkelanjutan dan penolakan jaminan" terhadap tokoh-tokoh terkemuka Kashmir antara lain Yasin Malik, Asiya Andrabi, dan Shabbir Shah (yang telah didiagnosis menderita kanker), menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Kelompok tersebut menyatakan solidaritas dengan pemerintah dan rakyat Pakistan serta menunjukkan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer di kawasan Asia Selatan pada Mei 2025, termasuk serangan yang "melanggar hukum dan tidak berdasar" yang dilakukan di berbagai lokasi di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan.
Mereka juga menekankan perlunya menahan diri secara maksimal dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.