NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat atau mundur dibandingkan kondisi rata-rata klimatologisnya akibat pengaruh fenomena El Nino sangat kuat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, menyampaikan fenomena anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik menunjukkan nilai +2,63 yang menandakan El Nino kategori sangat kuat dan diproyeksikan bertahan hingga awal 2027.

"Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat di 529 zona musim atau mencakup 61,08 persen luas daratan Indonesia," kata dia.