NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu mengimbau para nelayan dan masyarakat untuk memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum memutuskan untuk melaut.

Hal tersebut dilakukan, sebab kondisi gelombang di perairan Bengkulu saat ini diperkirakan mencapai dua hingga tiga meter dan tinggi gelombang tersebut berada dalam kategori sedang, namun tetap perlu diwaspadai, karena dapat membahayakan nelayan yang beraktivitas di laut.

"Tinggi gelombang laut di perairan Bengkulu saat ini menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai para nelayan. Kondisi tersebut dipengaruhi kecepatan angin yang masih cukup kencang akibat angin kering dari Australia yang masih melintasi wilayah Indonesia," kata Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu Anang Anwar di Kota Bengkulu, Selasa.

Untuk kecepatan angin di wilayah Bengkulu saat ini rata-rata berada pada kisaran 10 hingga 15 knot, dan kecepatan angin tersebut masih berpotensi meningkat hingga 20 sampai 25 knot.

Dengan kondisi angin kencang dan gelombang tinggi tersebut diimbau agar para nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Bengkulu untuk tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi angin dan gelombang dinilai membahayakan keselamatan.

Ia menyebut bahwa hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi risiko kecelakaan laut akibat perubahan kondisi cuaca.

Selain itu, nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Bengkulu juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG, termasuk peringatan dini terkait potensi angin kencang maupun gelombang tinggi.

Anang menerangkan bahwa pemantauan kondisi cuaca secara berkala diharapkan dapat membantu nelayan menentukan waktu yang aman untuk melakukan aktivitas di laut.

"BMKG terus mengingatkan keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum masyarakat melakukan aktivitas di wilayah perairan," kata dia.