NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan El Nino fase sangat kuat membuat musim kemarau di Indonesia lebih panjang dan kering serta meningkatkan ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan kesiapsiagaan berkelanjutan dari seluruh pihak dalam menghadapi dampak kekeringan dan potensi karhutla
Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis, mengatakan meskipun puncak kemarau dan El Nino telah terlewati pada Agustus hingga September, dampaknya masih dirasakan secara signifikan di sejumlah wilayah.
Menurut dia, peningkatan suhu permukaan laut di Pasifik bagian tengah dan timur menyebabkan perairan Indonesia mengalami pendinginan yang berdampak pada minimnya potensi uap air dan terhambatnya pertumbuhan awan.