"Umumnya adalah di wilayah Jawa, saya kira Jawa ini merata, terutama mungkin di Jawa Barat yang tertinggi, kemudian juga disusul di Jawa Tengah dan juga Jawa Timur. Lalu juga untuk wilayah Sumatera, juga ini juga perlu diperhatikan di Padang, Sumatera, kemudian juga di Sumatera Utara, dan juga Aceh," sambungnya.
Selain Jawa dan Sumatra, Andri juga menyoroti wilayah lain di kawasan timur yang memiliki riwayat bencana serupa.
"Mungkin ada perlu diantisipasi di wilayah Sulawesi, terutama Sulawesi Selatan dan juga Sulawesi Tengah, dan juga mungkin beberapa wilayah yang memang rawan bencana di wilayah Papua dan juga sebagian di Maluku," imbuh Andri.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, memaparkan bahwa puncak musim hujan diperkirakan terkonsentrasi hanya dalam kurun waktu tiga bulan, yakni Desember 2026, Januari 2027, hingga Februari 2027.