NADIKABAR.COM — Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Rajab mengatakan wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) diprediksi mengalami musim hujan lebih dahulu dibandingkan wilayah lain di DKI. Fachri menjelaskan sejumlah faktor pendukung potensi tersebut.
Fachri mulanya menjelaskan kriteria musim hujan menurut BMKG. Daerah dikatakan mengalami musim hujan jika curah hujan lebih dari 50 mm per dasarian selama 3 dasarian berturut-turut atau curah hujan lebih dari 150 mm per bulan.
"Awal musim hujan 2026 di DKI datangnya tidak serentak, mulai dari dasarian II November hingga dasarian III Desember. Awal musim hujan pada dasarian II November 2026 diprediksi terjadi di Jakarta Selatan (Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Jagakarsa, Pasar Minggu), Jakarta Timur (Cipayung, Kramatjati, Ciracas, Pasar Rebo)," kata Fachri kepada wartawan, Sabtu (31/10/2026).
Fachri menjelaskan faktor Jaksel dan Jaktim menjadi wilayah pertama yang mengalami musim hujan di Jakarta. Salah satu alasannya, lantaran kondisi geografis yang lebih dekat dengan Gunung Gede, Pangrango dan Salak.