NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami puncak musim hujan pada Maret 2027.
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Tri Putri Ganesh mengatakan 21 dari 27 Zona Musim (ZOM) mencapai puncak musim hujan pada bulan tersebut.
"Puncak musim hujan Januari 2027 ada sebanyak dua ZOM, lalu Februari 2027 sebanyak empat ZOM, dan Maret sebanyak 21 ZOM. Jadi, dominan puncak musim berada pada Maret 2027," kata Tri Putri Ganesh di Mataram, Rabu.
Ganesh menjelaskan NTB saat ini memiliki 27 ZOM yang cakupan wilayahnya tidak selalu mengikuti batas administratif. Satu ZOM bisa mencakup beberapa kabupaten, bahkan satu kabupaten juga dapat terdiri atas beberapa ZOM.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, lanjutnya, prediksi waktu puncak musim hujan di sebagian besar wilayah NTB mengalami kemunduran.
BMKG memperkirakan sebanyak 11 ZOM mengalami puncak musim hujan mundur satu bulan dari normal, sedangkan 10 ZOM lainnya mundur lebih dari satu bulan.
Sementara itu hanya ada dua ZOM yang diperkirakan mengalami puncak musim hujan lebih awal satu bulan dan empat ZOM memiliki waktu puncak musim hujan yang sama dengan kondisi normal.
"Puncak musim hujan di NTB secara keseluruhan mundur," kata Ganesh.
Lebih lanjut dia menyampaikan sebagian besar musim hujan berpeluang terjadi lebih singkat ketimbang kondisi normal yang bisa berlangsung selama enam hingga tujuh bulan.
Berdasarkan analisa BMKG ada sebanyak 21 ZOM diprediksi memiliki durasi musim hujan selama 10 hingga 12 dasarian atau sekitar tiga sampai empat bulan. Sedangkan, enam ZOM lainnya diprediksi mengalami musim hujan selama 13 sampai 15 dasarian atau sekitar empat hingga lima bulan.
Apabila dibandingkan kondisi normal, maka ada 12 ZOM yang diprediksi mengalami durasi musim hujan lebih pendek minimal tiga dasarian, sembilan ZOM lebih pendek dua dasarian, dan lima ZOM lebih pendek satu dasarian.
"Hanya satu ZOM yang memiliki durasi musim hujan lebih panjang satu dasarian, sehingga secara keseluruhan untuk durasi musim hujan di NTB lebih pendek jika dibandingkan terhadap kondisi normal," kata Tri Putri Ganesh.