"Kondisi ini terjadi karena transport asap yang dipengaruhi arah serta kecepatan angin di berbagai lapisan udara," ujarnya.

Guswanto mengatakan BMKG masih perlu melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan tingkat konsentrasi asap di permukaan serta dampaknya terhadap kualitas udara. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah asap tersebut sudah berada pada konsentrasi yang signifikan hingga berpotensi memengaruhi kualitas udara.

"Namun BMKG juga menegaskan bahwa perlu pemantauan lanjutan untuk mengetahui apakah konsentrasinya sudah signifikan di permukaan dan seberapa besar dampaknya terhadap kualitas udara," jelasnya.