NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Jabodetabek pada akhir pekan lalu merupakan dampak dari operasi modifikasi cuaca yang dilakukan. Saat itu terdapat potensi awan hujan alami yang kemudian dioptimalkan melalui OMC.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa pihaknya telah memprediksi kemunculan hujan di Jabodetabek pada periode 18 hingga 19 September 2026. Walaupun sebagian besar wilayah masih berada pada periode kemarau, kata dia, dinamika atmosfer sesekali masih aktif dan memicu hujan lokal.

"Khusus di Jabodetabek, kami melihat bahwa ada peluang pertumbuhan awan hujan yang cukup baik di beberapa waktu dan juga hingga sepekan ke depan. Maka, juga untuk meningkatkan intensitas dan luasan, dilakukan OMC," kata Andri dalam jumpa pers di Kantor BMKG Pusat, Selasa (22/9/2026).

Andri menerangkan, OMC bukan menciptakan hujan dari ketiadaan, melainkan memperkuat potensi alam yang sudah ada. Keberadaan awan hujan yang didukung oleh penyemaian awan membuat hujan turun lebih merata dan intens.