Bergerak ke arah barat daya-barat. Mencakup Samudra Hindia di sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten menjauhi wilayah Indonesia.

Pada ketinggian ini, sebaran abu terutama berdampak pada penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara.

Sebelumnya, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan sebaran abu Anak Krakatau dipengaruhi angin. Berdasarkan data pada 6 September 2026 pukul 16.00 WIB, angin di sekitar Gunung Anak Krakatau mengarah ke tenggara-selatan di lapisan bawah, barat laut-utara di lapisan menengah, dan utara-timur laut di lapisan atas. Salah satu wilayah terdampak abu vulkanik tersebut adalah Jakarta dan daerah lain di sekitarnya.

Lihat juga Video 'Aktivitas Anak Krakatau Masih Tinggi, Potensi Erupsi Sewaktu-waktu':