Sementara itu, untuk prospek cuaca sepekan ke depan dari Tanggal 14-20 September 2026, indeks NINO 3.4 masih berkisar pada indeks +2.54 mengindikasikan tidak terdapat pengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.
BMKG juga masih mengimbau potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
"Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, seperti penurunan ketersediaan air bersih, kekeringan pada lahan pertanian, serta potensi peningkatan titik panas (hotspot) yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Suaidi.
Suaidi juga mengingatkan warga agar memanfaatkan air bersih secara bijak.
"Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan air bersih, menghindari aktivitas pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan, serta menjaga kesehatan tubuh dari paparan debu dan suhu panas ekstrem," pungkasnya.