BMKG sebelumnya juga mencatat musim kemarau yang semakin meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh dinamika iklim global.

Selain kemarau yang meluas, BMKG mencatat indikasi fenomena El Nino mulai masuk kategori kuat.

Kondisi tersebut ditandai dengan anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik tengah dan timur atau Nino 3.4 yang berada di atas +2 derajat Celsius.

El Nino dapat berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Salah satu dampaknya yakni berkurangnya curah hujan sehingga musim kemarau berpotensi menjadi lebih kering.