Karyawan yang terdampak memiliki masa kerja beragam, mulai dari tiga hingga lima tahun, termasuk pekerja jangka panjang dan manajemen lini depan.
Pengurangan tenaga kerja di China juga terjadi setelah BMW Group merencanakan pemangkasan sekitar 8.000 posisi secara global, atau sekitar lima persen dari total 154.000 karyawan.
Di Jerman, restrukturisasi lebih banyak menyasar posisi administrasi, penelitian dan pengembangan (R&D), serta perencanaan proyek.
Program pengunduran diri sukarela yang ditawarkan perusahaan bahkan mendapat respons tinggi, dengan 5.000 kuota aplikasi terisi hanya dalam tiga hari.
Tekanan terhadap operasional BMW turut tercermin dari kinerja keuangan perusahaan. Pada semester pertama 2026, laba sebelum pajak BMW Group turun 29,4 persen secara tahunan.
Sementara itu, margin EBIT segmen otomotif merosot menjadi 3,6 persen, jauh di bawah target jangka panjang perusahaan sebesar 8 hingga 10 persen.