NADIKABAR.COM — Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkapkan narkotika kini sering disamarkan sebagai simbol gaya hidup modern (lifestyle), seiring dengan letak geografis strategis yang menjadikan Indonesia sangat rentan terhadap sindikat internasional.

Dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Pancasila, Jakarta, Kamis (17/9), Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan berdasarkan survei kolaborasi BRIN, BPS, dan BNN (2023–2025), prevalensi penyalahgunaan narkotika nasional di tingkat usia produktif mencapai 4,15 juta jiwa.

"Mahasiswa menjadi salah satu target utama akibat tekanan sosial (peer pressure) dan kemudahan akses informasi," tutur Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Di sisi lain, mengutip World Drug Report 2026 dari Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Suyudi menyampaikan sebanyak 331 juta orang di dunia (6,2 persen dari populasi global usia 15–64 tahun) menggunakan narkotika pada tahun 2024.