NADIKABAR.COM — Badan Narkotika Nasional (BNN) RI terus memperketat pengawasan jalur masuk yang berpotensi digunakan untuk penyelundupan narkotika ke Indonesia serta memperkuat kerja sama lintas instansi dan internasional guna menekan peredaran gelap narkotika.

Pelaksana tugas Deputi Pemberantasan BNN RI Brigadir Jenderal Polisi Adri Irniadi mengatakan langkah strategis itu krusial mengingat jaringan sindikat internasional masih kerap memanfaatkan jalur perairan untuk menyelundupkan barang haram ke tanah air.

"Selat Malaka menjadi salah satu wilayah perairan yang kerap menjadi jalur favorit bagi para penyelundup narkotika terutama jaringan yang berasal dari kawasan golden triangle (segitiga emas) di Asia Tenggara," tutur Adri dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan posisi geografis perairan tersebut yang strategis, tingginya permintaan, serta besarnya nilai jual narkotika di Indonesia menjadi faktor utama yang mendorong para pelaku melancarkan aksinya.