NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 22 kepala keluarga (KK) penyintas bencana angin kencang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dalam pendampingan langsung dari petugas di lapangan.
"Peristiwa angin kencang menerjang Gampong Kayu Beringin dan Gampong Uring di Kecamatan Bukit, yang berdampak pada 22 kepala keluarga," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB menerima laporan bahwa angin kencang yang beriringan dengan cuaca mendung dan hujan ini melanda wilayah tersebut pada Kamis (24/9) sore pukul 18.06 WIB.
Menurut Berton, berdasarkan hasil kaji cepat pendataan kerusakan fisik sebanyak empat unit rumah tercatat rusak berat, empat unit rumah rusak sedang, dan 14 unit rumah mengalami rusak ringan.
Adapun akibat kerusakan tempat tinggal tersebut, sebanyak dua kepala keluarga terpaksa mengungsi sementara waktu ke rumah kerabat terdekat.
Dia memastikan bahwa petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah bersama unsur TNI, Polri, dan warga setempat bergerak cepat melakukan kerja bakti gotong royong membersihkan puing-puing material bangunan yang rusak.
Selain itu, petugas juga menjamin distribusi bantuan logistik penanganan darurat dan bantuan disalurkan secara merata untuk memenuhi kebutuhan dasar para warga terdampak