NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penyaluran bantuan air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah telah mencapai 900.000 liter sampai dengan awal Oktober.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa penyusutan dan pengeringan sumber air bersih selama musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan harian ribuan warga setempat.
"Kondisi mengeringnya sejumlah sumber air selama musim kemarau berdampak pada sekitar 1.327 Kepala Keluarga (KK) atau 4.242 jiwa yang tersebar di Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo, dan Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum," kata dia.
Berton menjelaskan BPBD Kabupaten Kendal bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan berbagai pihak terkait secara rutin memasok bantuan air bersih ke titik-titik krisis air guna menjaga pasokan harian warga sejak Juli.
Kemudian, sampai pada pengiriman Kamis (1/10), tim gabungan kembali mendistribusikan 20.000 liter air bersih ke Dusun Kalipuru dan Dusun Surak di Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo.
Selain itu, dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) kawasan industri setempat menyalurkan pasokan tambahan sebanyak 34.000 liter di Dusun Jatigowok, Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum.
"Jadi total distribusi air bersih telah mencapai 900.000 liter, termasuk dukungan dari berbagai unsur terkait," ujarnya.
BNPB, menurut Berton, memastikan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah terus berjalan guna memetakan potensi wilayah terdampak kemarau lainnya serta mengoptimalkan distribusi bantuan pasokan air hingga musim hujan tiba.