BNPB mengerahkan personel darat, helikopter water bombing, pesawat patroli, serta Operasi Modifikasi Cuaca. Pada 22 Oktober, tercatat 71.878 personel darat dan 58 armada udara dalam dukungan penanganan.

"OMC menggunakan dry ice dan NaCl dilaksanakan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Hasil yang dilaporkan mencakup hujan di sebagian wilayah Kalimantan Tengah, serta peningkatan jarak pandang dan penurunan PM2.5 di Sumatera Selatan. Hasil ini tetap perlu dievaluasi dan tidak boleh dianggap sebagai bukti bahwa seluruh sumber api telah padam," jelasnya.

Berton mengatakan prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan karhutla benar-benar padam. BNPB juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan karhutla.

"Prioritas kami adalah memastikan api benar-benar padam, terutama di lahan gambut, melindungi masyarakat dari paparan asap, serta mencegah kebakaran berulang. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait. Penanganan tidak hanya diukur dari penurunan hotspot, tetapi dari berkurangnya luas kebakaran yang belum padam dan terlindunginya masyarakat," tutupnya.