NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan dua korban longsor di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dievakuasi oleh tim petugas gabungan dalam kondisi meninggal dunia.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya di Surakarta, Rabu, mengatakan bahwa para korban baru bisa dievakuasi beberapa saat setelah mereka tertimbun oleh tanah galian pondasi bangunan yang mengalami longsor Selasa (6/10) pukul 10.30 WIB.

"Longsor terjadi saat dua orang sedang melakukan aktivitas penggalian pondasi. Secara tiba-tiba, tanah dari sisi galian bergerak dan menimbun keduanya," kata dia.

BNPB belum menerima laporan secara rinci terkait kronologi dan siapa kedua korban yang dievakuasi tersebut.

Namun saat ini jenazah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dilangsungkan proses pemakaman.

Selain evakuasi, Berton mengungkapkan bahwa tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini, seperti menyisir lingkungan sekitar tempat kejadian di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul itu untuk mengetahui apakah longsor menciptakan zona kerawanan baru.

Petugas bersama warga bergotong-royong menahan tanah yang retak menggunakan balok-balok kayu agar tidak roboh dan menyebabkan kerusakan yang lebih luas.

BNPB berharap peristiwa ini menjadi pelajaran agar masyarakat menghindari aktivitas penggalian di area dengan kemiringan tinggi saat kondisi tanah labil.

"Dan serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar," kata dia.