NADIKABAR.COM β Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada area kuburan batu di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, telah berhasil dipadamkan.
βKami sampaikan bahwa kejadian ini sebenarnya sudah terjadi pada tanggal 24 Oktober yang lalu dan sudah dipadamkan 16 jam lebih setelah api mulai terjadi,β kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Berton menyampaikan luas lahan yang terbakar mencapai tujuh hektare, termasuk area kuburan batu yang terdampak kebakaran tersebut. Dua wilayah yang terdampak, kata dia, adalah Lembang Rangri dan Lembang Ratte.
Perkembangan tersebut disampaikan Berton menyusul adanya pertanyaan media mengenai kebakaran di Toraja Utara yang turut berdampak pada area pemakaman batu.
Berton lalu mengatakan pula bahwa kondisi fisik situs yang terdampak masih memerlukan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang setempat.
Sebelumnya, Berton telah menyampaikan BNPB menyiagakan personel dan peralatan di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.
βTentu tetap kami siagakan, baik itu personel maupun peralatan yang ada di kabupaten/kota di mana wilayah terbakar terjadi,β kata dia.
Ia juga menyampaikan bahwa personel yang disiagakan itu tersebar di sejumlah provinsi, antara lain Kalimantan Tengah sebanyak 16.387 personel, Kalimantan Barat 14.458 personel, Sumatera Selatan 12.287 personel, dan Kalimantan Selatan 7.927 personel.
Selain personel, peralatan penanganan karhutla juga tetap disiagakan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta satuan tugas di tingkat kabupaten dan kota.