Koordinator lapangan operasi modifikasi cuaca Fais Ramadhan menjelaskan, kebutuhan logistik berupa garam yang disiapkan sebanyak delapan ton, namun penggunaannya untuk sekali operasi disesuaikan dengan keberadaan awan kumulus.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar pelaksanaan operasi yang menggunakan maskapai Smart Aviation jenis Cessna Caravan membuahkan hasil positif sesuai ekspektasi.
βOperasi ditargetkan sampai 15 Oktober 2026, tapi apakah ada perpanjangan, tentu kami menunggu arahan BNPB. Kegiatan penyemaian ini mengacu pada rekomendasi BMKG,β ucap Faisal.
BMKG mencatat sebaran titik panas (hotspot) di Papua Barat berdasarkan hasil pemantauan per 13 Oktober 2026 terdapat 73 titik panas terdiri atas 68 titik berstatus sedang, empat titik berstatus tinggi, dan satu titik kategori rendah.