NADIKABAR.COM — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan perkembangan penanganan empat bencana yang terjadi di Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto. Suharyanto menegaskan pihaknya fokus pada percepatan pemulihan.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Senin (7/9/2026) yang digelar hybrid. Adapun keempat bencana tersebut ialah gempa bumi NTT, erupsi Gunung Anak Krakatau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah hingga progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatera.

Suharyanto menjelaskan aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat dengan status dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (SIAGA) sejak 2 Juli 2026. Suharyanto menyebut pihaknya telah mengirimkan Tim Pendahulu untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan.

"Tadi kami sudah melakukan video conference dengan Kepala BPBD. Semuanya melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa sementara yang dilaporkan," ujar Suharyanto dalam keterangannya, Senin (7/8/2026).

Dia memaparkan wilayah terdampak meliputi tiga kabupaten dan 15 kecamatan, dengan paparan abu vulkanik dirasakan hingga DKI Jakarta, Banten, dan Lampung. Suharyanto melaporkan saat ini belum ada pemerintah daerah yang menetapkan status kedaruratan.

Dia mengatakan dampak erupsi cukup signifikan terhadap penerbangan di delapan bandara. BNPB menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hybrid untuk membantu meluruhkan abu vulkanik.

"Pesawat beroperasi dari Pondok Cabe dan dilaksanakan sampai malam hari. Diharapkan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan sejak hari ini hingga nanti malam dapat membantu mempercepat peluruhan abu vulkanik," ujarnya.

Selain itu, BNPB juga melaporkan penanganan gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang NTT beberapa waktu lalu. Logistik tersalurkan mencapai 2.142 ton dengan tingkat distribusi 98,39 persen. Sebanyak 115 sortie pesawat dan 2 kapal dikerahkan.