NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyisakan titik-titik asap di dalam lapisan tanah, kendati hujan telah turun di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Setelah hujan turun, masih ditemukan asap dari dalam tanah di beberapa titik yang diduga berasal dari bara api yang tersimpan di lapisan tanah gambut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan kondisi tersebut ditemukan di kawasan gambut dalam wilayah Desa Ganongol Sari, Bolano Lambunu, yang sebelumnya sempat terbakar dan saat ini masih dalam penanganan tim petugas gabungan.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan lebih kurang seluas satu hektare lahan gambut yang terbakar di Desa Ganongol Sari. Peristiwa kebakaran ini diduga dipicu oleh aksi pembakaran lahan secara sengaja sebagaimana laporan yang diterima Minggu (1/11) sekitar pukul 16.00 WITA.

"Unsur gabungan dari BPBD bersama TNI, Polri, relawan, Satpol PP, aparat desa, dan masyarakat masih langsung melakukan pemadaman," katanya.

Ia menambahkan bahwa karhutla dengan skala yang jauh lebih luas juga terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat (30/10) sekitar pukul 11.10 WITA.

Kebakaran tersebut melanda kawasan perkebunan serta lahan kosong dengan luas dampak sementara mencapai sekitar 110 hektare.

Hingga Senin (2/11) titik-titik api dilaporkan masih menyala di beberapa lokasi akibat beratnya kondisi medan serta keterbatasan ketersediaan sumber air untuk proses pemadaman.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Parigi Moutong, unsur TNI dan Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, serta masyarakat, terus berjibaku melaksanakan upaya pemadaman hingga tahap pendinginan, seraya membutuhkan tambahan dukungan peralatan pemadam api yang memadai guna mempercepat penanganan di lapangan.