Menurut dia, operasi pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat akibat akses medan yang sulit dijangkau, keterbatasan pasokan air, serta jarak antara titik api dengan sumber air yang cukup jauh.

Guna mengatasi kendala tersebut, tim gabungan dari unsur Balai TNWK, BPBD, TNI, Polri, dan relawan melakukan pemadaman manual menggunakan peralatan tangan serta pelontar air atau jet shooter.