NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoordinasikan penanganan darurat dampak musim kemarau di wilayah Indonesia timur, mencakup kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sembilan hektare di Kota Tidore Kepulauan serta kekeringan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat, menyampaikan karhutla di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara melanda kawasan Desa Kayasa dan Desa Gosale, Kecamatan Oba Utara, Kamis (1/10), pukul 14.30 WIT.

"Kebakaran bermula dari lahan kosong milik warga yang ditumbuhi pohon bambu dan sagu, kemudian api menyebar dengan cepat akibat tiupan angin kencang. Diperkirakan sekitar sembilan hektare hutan dan lahan terbakar," kata dia.

Ia menjelaskan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Maluku Utara bersama unsur gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi guna mengendalikan sisa-sisa titik api.

Di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, fenomena musim kemarau memicu kekeringan dan penurunan debit air sumur warga di Desa Piru, Kecamatan Seram Barat.

Kondisi berdampak pada sekitar 80 kepala keluarga (KK) yang mengandalkan pasokan air harian dari sumber air setempat.

"BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat telah melakukan asesmen dan mendistribusikan sebanyak 8.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak pada Kamis (1/10)," ujar dia.

Ia mengimbau seluruh pihak dan pemda di wilayah rawan kekeringan memperkuat cadangan air bersih serta meningkatkan pengawasan agar warga tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara terbuka selama musim kemarau ini.