NADIKABAR.COM — Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengakselerasi proses pemulihan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pemulihan dokumen kependudukan hingga persiapan pembangunan hunian tetap (huntap).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton S. P. Panjaitan menegaskan bahwa penanganan pascabencana difokuskan pada pemulihan menyeluruh, baik sosial, administrasi, maupun infrastruktur dasar.
"Pemerintah memastikan seluruh elemen pelayanan publik bagi warga terdampak tetap berjalan. Dokumen kependudukan yang rusak atau hilang dicetak ulang secara gratis oleh tim kependudukan dan catatan sipil yang turun langsung ke lokasi pengungsian. Layanan kesehatan berjalan dengan baik, dan kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak tetap dipastikan berlangsung," ujar Berton dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Selain pemulihan layanan dasar, bantuan keuangan Presiden juga dialokasikan untuk pemerintah daerah setempat guna mempercepat masa tanggap darurat dan pemulihan awal, dengan pengawasan ketat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Berton menambahkan, pemulihan kini resmi bergerak ke tahap pembangunan yang melibatkan berbagai pihak untuk mematangkan percepatan huntap bagi korban gempa di NTT maupun Sumatera.
"Seiring situasi yang makin berangsur membaik, verifikasi data penerima bantuan, mekanisme pencairan dana, hingga proses pembangunan perumahan langsung dimulai secara serentak di lapangan," tuturnya.
Melalui sinergi lintas lembaga ini, pemerintah menegaskan komitmen keberlanjutan penanganan bencana dari fase darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Bencana memang tidak bisa kita cegah datangnya, namun pemerintah terus hadir dan berkomitmen penuh pada setiap fase penanggulangan. Keselamatan dan kesejahteraan rakyat adalah prioritas utama. Setiap rumah yang kembali berdiri adalah langkah nyata untuk memulihkan kehidupan masyarakat serta membangun kembali harapan agar warga semakin tangguh menghadapi bencana di masa depan," ucap Berton.