NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan titik panas dan titik api di 6 provinsi yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penambahan titik api terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Hal itu disampaikan Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers sore ini melalui kanal resmi BNPB, Senin (31/8/2026). Berton mengatakan jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat secara signifikan bertambah.

"Kita lihat bahwa di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, maupun Kalimantan Selatan, jumlah titik panas itu relatif bertambah. Di Kalimantan Barat signifikan bertambahnya. Di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah, relatif menurun," kata Berton.

Ia mengatakan jumlah titik api di tiga provinsi, yakni Kalbar, Kalteng, dan Kalsel, relatif meningkat. Jarak pandang, kata dia, kurang dari 1-2 kilometer.

"Namun demikian, kalau kita perhatikan data dari titik api, di ke-3 provinsi ini kita temukan adanya kenaikan titik api jarak pandang pun kurang lebih 1 sampai 2 kilometer," ujarnya.

Sementara itu, untuk Provinsi Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi, titik api relatif menurun. Sedangkan titik panas terjadi peningkatan di Sumatera Selatan sebanyak 209 titik api menjadi 1.013.