NADIKABAR.COM — Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Saat ini, tersisa 5 provinsi yang masih jadi prioritas penanganan karhutla.

Perkembangan ini disampaikan Letjen Kristomei saat sidang kabinet paripurna 2 tahun pemerintahan Prabowo Subianto, Rabu (21/10) kemarin. Saat itu, ia menyampaikan masih ada 5 provinsi yang jadi prioritas penanganan karhutla.

"Hari ini terjadi penurunan di beberapa tempat dari 5 provinsi prioritas, awalnya 6 provinsi, tapi di Riau sudah kami keluarkan karena di Riau sudah tidak ada titik api lagi," kata Letjen Kristomei seperti dilihat NadiKabar di YouTube @SekretariatPresiden, Jumat (23/10/2026).

Dia merinci kelima provinsi tersebut yakni Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Ia menyebut ada kenaikan titik api di 2 provinsi tersebut.

"Penaikan ada di Sumsel dan Jambi, tapi tidak terlalu signifikan. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG, kami bersurat KSAD, Ketua BMKG, BPGNN, kami kunjungi Sumsel dan Kalteng Kalsel untuk lihat langsung gimana operasi Karthula di lapangan," ucap dia.

Kemudian, Kristomei juga menyampaikan pihaknya telah menabur ribuan kilogram dry ice di sejumlah provinsi. Hasilnya, jarak pandang meningkat dan PM 2,5 menurun.

"Semai dry ice dari 20 Oktober ada 3.100 kilogram yang sudah kita semai menggunakan 5 sorti, kemudian di Sumsel ada 800 kg 1 sorti, sehingga ada penurunan PM 2,5 turun, jarak pandang di Palembang dari 700 meter jadi 7000 meter bapak," ujar dia.