NADIKABAR.COM — Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mematangkan rencana pembukaan koridor lintas batas Yetetkun-Butmambin yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini (PNG). Jalur tersebut akan menghubungkan PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dengan Butmambin Border Post di PNG.
Pembahasan kesiapan pengelolaan lintas batas itu dipimpin Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI Nurdin di Wisma PLBN Yetetkun, Kamis (24/9). Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian survei dan verifikasi lapangan Koridor Merauke-PLBN Sota-PLBN Yetetkun-Butmambin yang dilaksanakan Tim Survei dan Verifikasi Lapangan BNPP RI bersama kementerian/lembaga mitra pada 20-26 September 2026.
Pembahasan mencakup kesiapan konektivitas, infrastruktur, mekanisme perlintasan, distribusi logistik, keamanan, serta pengembangan ekonomi kawasan perbatasan yang berkaitan dengan rencana pengoperasian koridor Yetetkun-Butmambin.
Nurdin menyampaikan pengembangan koridor tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan Pemerintah PNG untuk menyiapkan alternatif distribusi bahan bakar minyak (BBM) menuju kawasan pertambangan Ok Tedi Mining Limited (OTML).
"Kita perlu melihat kesiapan dari berbagai aspek, bukan hanya dari sisi perlintasan, tetapi juga konektivitas, logistik, keamanan, serta dampaknya terhadap masyarakat di kawasan perbatasan," ujar Nurdin dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).
Kebutuhan jalur alternatif tersebut berkaitan dengan kondisi rute logistik OTML yang selama ini memanfaatkan jalur Sungai Fly-Kiunga-Tabubil. Penurunan debit sungai yang dipengaruhi fenomena El Nino berpotensi menghambat kelancaran distribusi logistik menuju kawasan pertambangan.
Dalam forum tersebut, turut dibahas potensi kerja sama penyediaan BBM antara OTML dan Pertamina. Pembahasan meliputi kebutuhan dan volume BBM, mekanisme transportasi dan distribusi, serta alternatif rute melalui Asike-Yetetkun.